![]() |
| sumber: google |
Masa kecilnya memang sudah tak asing dengan lingkungan perkantoran. Clara Tan sudah akrab dengan situasi meeting sebuah perusahaan karena sejak kecil, ia kerap diajak ayahnya dan banyak menghabiskan waktu bersama ayahnya di kantor. Kebiasaan ini membuat Clara tumbuh menjadi pribadi yang serius dan tidak suka bercanda.
Naluri bisnis Clara tumbuh sejak remaja, diusia 16 tahun Clara sudah dipercaya oleh ayahnya untuk berbisnis gula. Setahun kemudian Clara membuka travel agency, namun diusia 18 tahun Clara yang merupakan kelahiran negeri Jiran Malaysia memutuskan untuk hijrah ke London. Clara berangkat menuju London berbekal hasil penjualan aset yang ia miliki.
Perjalanan bisnis properti Clara dimulai ketika orangtuanya menuntut Clara untuk bisa hidup mandiri di London. Clara memperhitungkan uang tabungannya akan habis dalam tiga tahun ke depan jika ia tak memiliki masukan tambahan. Akhirnya Clara memutuskan untuk membeli sebuah rumah yang dijual oleh sepupunya. Clara membeli rumah tersebut secara kredit melalui KPR, itulah properti pertama yang dimilikinya seharga Rp. 11 miliar dengan down payment sebesar Rp. 2 miliar dengan uang miliknya sendiri. Rumah it langsung ia sewakan dan mendapatkan keuntungan cash on cash sebesar 24%. Dengan pemasukan itu Clara sudah bisa mencicil rumah, membiayai uang sakunya serta bergaya hidup di atas rata-rata.
![]() |
| sumber: google |
Merasa percaya diri dengan kemampuannya berinvestasi dibidang properti, Clara memberanikan diri meminjam uang ke bank atas nama dirinya guna membeli rumah kedua. Harga rumah kedua yang dibeli Clara senilai Rp. 26 Miliar dengan DP sebesar Rp. 7, 8 miliar. Pendapatan Clara kian melonjak tatkala ia juga menyewakan rumah keduanya. Setiap minggunya ia mendapatkan rental Rp. 39 juta. Cash on cash yang ia dapatkan bertambah 1% yani 26% per tahun.
Hingga saat ini Clara terus mengembangkan bisnisnya bersama perusahaan rekannya, mereka memiliki 5 juta per m2 area komersial dan 6000 properti. Keseluruhan properti itu tersebar di Eropa dan terbanyak di Amerika Serikat. Namun Clara mengingatkan untuk tetap berhati-hati terhadap resiko investasi properti kendati keuntungannya sangat besar. Ia memberikan tips kepada para investor agar tidak membeli properti secara emosional. “Bukan berarti jika anda suka warna putih, dan rumha itu berwarna putih. Anda akan membeli rumah tersebut.”
Kedua, Clara menekankan pentingnya belajar dan keahlian menganalisis yang baik. “Seorang investor itu harus tahu ekonomi, rental yield, loan & mortgage, dan capital gain. Dia juga harus bisa menganalisis dengan baik, bukan hanya properti di negaranya sendiri. Tapi juga bisa memperhitungkan investasi properti di negara-negara lain.”
Pesan terpenting yang disampaikan Clara ialah, musuh terbesar seorang investor properti bukanlah investasi itu sendiri. Melainkan diri si investornya sendiri. “Yang terpenting ketika semua tidak berjalan mulus, bagaimana caranya agar anda terus berjuang dan menemukan jalan keluar.”
source: Property-In Magz
Real Estate Bandung Indonesia


Artikel keren gan, memotivasi banget buat kita yg bergelut di dunia property. Kunjungin jg blog ane gan http://jualrumahbsd2.blogspot.com
BalasHapusAda 7 tahun saya jadi tki di singapura akhirnya impian saya tercapai untuk pulang ke indonesia,terima kasih MBAH SERO atas bantuannya,saya bisa berkumpul kembali dengan keluarga di kampung,karna melalui jalan togel sekarang saya bisa sukses,ini semua berkat bantuan MBAH SERO yang memberikan angka 4d bocoran singapura,alhamdulillah dapat 250 juta,saya sangat bersyukur kebun orang tua yang dulunya di gadai buat biaya saya untuk berangkat kesingapura,kini sudah saya tebus kembali,tanpa bantuan beliau mungkin belum bisa saya pulang kampung,terima kasih banyak MBAH SERO jasa-jasamu tidak akan saya lupakan,bagi saudarah2 di indonesia maupun di luar negeri butuh bantuan,apalagi yang terlilit hutang silahkan tlpn atau sms di nomor 082 370 357 999 atas nama MBAH SERO,beliau seorang paranormal yang bisa di percaya,karna sudah memberkan hasil,ingat kesempatan tidak akan datang untuk kedua kali,jadi giliran anda untuk membuktikannya,inilah kisah nyata dari saya ibu irma tki singapura..
BalasHapus